Kakanwil Ditjenpas Sumsel Apresiasi Program Akselerasi IMIPAS di Lapas Kelas IIA Banyuasin

BANYUASIN – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Selatan, Mujiarto, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuasin.

Dalam kunjungan resminya, Kakanwil meninjau langsung berbagai program pembinaan yang sedang berlangsung di Lapas, termasuk program ketahanan pangan yang menjadi salah satu fokus utama akselerasi IMIPAS. Didampingi oleh Kepala Bidang Bimbingan Kemasyarakatan, Erwedi, ia melihat langsung bagaimana program ini dijalankan secara efektif untuk meningkatkan keterampilan warga binaan serta mendukung kemandirian pangan di dalam Lapas.

Kunjungan diawali dengan inspeksi ke dapur Lapas, di mana Kakanwil memastikan bahwa proses pengolahan makanan bagi warga binaan berjalan sesuai standar. Beliau mengecek kualitas bahan pangan serta prosedur memasak yang dilakukan oleh petugas dapur.

Tak jauh dari dapur, kebun hidroponik menjadi perhatian berikutnya. Di sana, Kakanwil ikut serta dalam panen sayuran seperti kangkung dan sawi, yang ditanam oleh warga binaan. Selain kebun hidroponik, lahan jagung di area dekat blok hunian juga menjadi bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan di dalam Lapas.

Tidak hanya bercocok tanam, warga binaan juga diberikan pelatihan budidaya ikan. Di bengkel kerja Lapas, Kakanwil meninjau kolam ikan yang berisi lele, nila, dan gurame. Program ini tidak hanya memberikan keahlian baru bagi warga binaan, tetapi juga mendukung pengelolaan sumber daya pangan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Kakanwil Mujianto menegaskan bahwa program-program ini merupakan aksi nyata dari akselerasi IMIPAS di bidang ketahanan pangan.

“Kegiatan ini menjadi aksi nyata dalam rangka mewujudkan program akselerasi Menteri IMIPAS di bidang ketahanan pangan,” ujarnya, Selasa (13/2/25).

Keberhasilan Lapas Kelas IIA Banyuasin dalam menjalankan program ini menjadi contoh positif bagi lembaga pemasyarakatan lainnya. Dengan adanya kegiatan seperti pertanian hidroponik, budidaya ikan, dan pengelolaan dapur yang baik, warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga berkontribusi terhadap pangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan di dalam Lapas. (*)

CLICK BANYUASIN

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *