Sumber Makmur, Muara Padang, – Senin (28/4/25), menjadi momen bersejarah bagi puluhan petani dari tiga kecamatan: Muara Padang, Air Salek, dan Muara Sugihan. Mereka menjadi saksi sekaligus pelaku dari penandatanganan akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara serentak, sebuah langkah besar yang digagas oleh Bank Sumsel Babel Cabang Pangkalan Balai.
Bukan sekadar formalitas, acara ini mengandung makna mendalam: harapan, kepercayaan, dan masa depan. Sebanyak 50 petani Muara Padang menjadi penerima manfaat pertama, dengan kejutan tak terduga — plafon pinjaman yang awalnya Rp25 juta, dinaikkan menjadi Rp50 juta per orang.
“Ini benar-benar di luar ekspektasi kami,” ujar Bupati Banyuasin, Dr. H. Askolani, yang hadir langsung dalam acara tersebut. “Terima kasih banyak kepada Bank Sumsel Babel. Kenaikan plafon ini tentu sangat membantu petani kita.”
Namun, apresiasi Bupati tidak berhenti di situ. Ia juga mengingatkan pentingnya penggunaan dana secara bijak. “Saya berharap para kepala desa bisa memberi pengertian kepada masyarakat agar memanfaatkan dana KUR sebaik-baiknya, sesuai kebutuhan usaha tani mereka.”
Kegembiraan juga terpancar dari wajah Joko Suwoto, Ketua Gapoktan Kecamatan Muara Padang. Ia menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada para petani. “Kami merasa dimudahkan. Kredit ini ibarat hujan di musim kemarau. Terima kasih kepada Pak Bupati dan Bank Sumsel,” ujarnya sambil tersenyum.
Dalam sambutannya, Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel, Suroso Djailani, mengungkapkan bahwa tingginya kepatuhan petani dari tiga kecamatan ini dalam membayar angsuran menjadi alasan kuat pihak bank terus meningkatkan dukungan. Ia juga menyampaikan rencana penambahan agen bank di wilayah pedesaan agar akses layanan makin dekat dengan masyarakat.
Dukungan serupa datang dari DPRD Banyuasin. Agus Riyanto, salah satu anggotanya, menegaskan komitmen dewan dalam mendukung seluruh program Pemerintah Kabupaten yang berpihak kepada rakyat kecil, terutama sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan simbolis penyaluran KUR Pertanian Padi senilai Rp3 miliar oleh Bupati Askolani. Tak hanya itu, ia juga ikut turun ke sawah untuk melakukan penanaman sulam padi bersama para petani, simbol kesatuan antara pemimpin dan rakyatnya.
Hari itu bukan sekadar tentang angka pinjaman atau dokumen yang ditandatangani. Bagi para petani, ini tentang secercah harapan dan peluang untuk menanam lebih baik, menuai lebih banyak, dan hidup lebih sejahtera. (*)

