BUMDes Air Senggeris Launching Peternakan Ayam KUB: 1.500 Ekor Siap Kembangkan Ekonomi Desa

Air Senggeris, Suak Tapeh, – Pemerintah Desa Air Senggeris, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, bersama BUMDes Karya Bersama resmi meluncurkan program peternakan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) pada Selasa (10/6/25). Langkah ini menjadi bagian dari strategi desa dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengelolaan usaha berbasis potensi lokal.

Sebanyak 1.500 ekor bibit ayam KUB usia sehari didatangkan langsung dari Balai Penelitian Sembawa. Bibit ayam tersebut saat ini ditempatkan di kandang berukuran 3 x 20 meter, dilengkapi dengan pakan sebanyak 1 kuintal (100 kg) sebagai persiapan awal.

Kepala Desa Air Senggeris, Ardiansyah, mengatakan bahwa ayam-ayam ini akan dikarantina selama dua minggu dalam satu kandang sebelum dipindah ke kandang lain secara bertahap. Estimasi panen ditargetkan setelah ayam berusia 3 bulan.

“Bibit ayam kita rawat dahulu secara intensif selama dua minggu, setelah itu baru dipisah ke kandang lain. Dalam tiga bulan, kita harap sudah bisa panen,” ujar Ardiansyah.

Tak hanya untuk dipanen, program ini juga memiliki rencana jangka panjang. Pada tahun mendatang, ayam-ayam tersebut akan dijadikan ayam petelur, dan hasil telurnya akan ditetaskan sendiri menggunakan mesin pemanas agar desa bisa memproduksi bibit ayam mandiri, tanpa bergantung pada pasokan luar.“Dengan sistem ini, ke depan kita tidak perlu beli bibit lagi. Kita siapkan mesin penetas agar bisa mandiri,” katanya.

“Untuk pemasaran hasil panen, BUMDes nanti bekerja sama dengan sejumlah agen penyalur di wilayah Betung dan Pangkalan Balai, guna memperluas jangkauan distribusi dan mempercepat penyerapan pasar,”tambah Ardiansyah.

Direktur BUMDes Karya Bersama, Suparjo, menambahkan bahwa program peternakan ayam KUB ini merupakan salah satu dari beberapa unit usaha BUMDes yang dibiayai dari Dana Desa. Program ini dipilih karena dinilai paling potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

“Peternakan ayam KUB ini kami jalankan sebagai bagian dari pemanfaatan Dana Desa untuk usaha produktif. Harapannya, usaha ini dapat terus berkembang dan menjadi sumber penghasilan bagi desa maupun masyarakat,” jelas Suparjo. (*)

CLICK BANYUASIN

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *