Banyuasin, Sumsel, – Seorang perempuan asal Kelurahan Kayuara Kuning, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, bernama Warni Salama binti Irwan (28), dilaporkan hilang sejak Minggu (22/6/25) pagi. Sang ibu, Wasilah, melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banyuasin pada Kamis (26/6/25) dengan harapan sang anak segera ditemukan.
Dalam laporan resmi yang teregister dengan nomor LOH/05/VI/2025/SUMSEL/SPKT, disebutkan bahwa Warni meninggalkan rumah pada pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB dengan alasan hendak pergi kondangan ke P1 Pulau Rimau. Ia saat itu mengenakan baju kebaya merah berjilbab.
Namun, informasi awal tersebut kini mulai diluruskan berdasarkan kesaksian warga yang mengenal dekat Warni dan sempat bertemu dengannya pada hari kejadian.
Dalam unggahan meluruskan di akun Facebooknya, Sabtu (29/6/25) setelah kabar hilangnya Warni mencuat, akun @Meliy menegaskan bahwa Mbak Warni selama ini tidak pergi ke Pulau Rimau, melainkan terakhir bareng saya minta di jemput di Desa Mulya Agung Minggu pagi.
“Benar, waktu itu dia masih pakai baju kondangan warna merah. Tapi setelah sampai di Desa Panji, dia ganti baju jadi kaos hitam lengan pendek, pakai jaket hitam milik saya, celana Levis hitam bercorak, dan sepatu putih polos,” tulis @Meliy.
Setelah itu, Warni minta diantar ke Reban Gajah, lalu naik angkot (taksi hijau) sambil berkata bahwa ia akan ke KM 12 Palembang.
Diposting oleh akun @Leni Amiati yang turut berkomentar di unggahan Facebook @Al Faiz, ia mencoba meluruskan informasi yang simpang siur terkait keberangkatan Salama.
Menurutnya, Warni Salama berangkat dari rumah dengan alasan ingin menghadiri kondangan ke P1 Pulau Rimau, seperti yang disampaikan kepada orang tuanya. Namun, kepada tetangganya, Salama justru mengaku ingin mencari taksi untuk pergi ke KM 12 Palembang.
Salama memang terlihat keluar rumah dengan mengenakan baju kebaya. Awalnya, tidak diketahui dengan siapa ia pergi. Namun kemudian diketahui bahwa ia sempat berada di Desa Mulya Agung, desa yang tidak jauh dari tempat tinggalnya dan masih satu arah menuju P1 seperti yang dikatakannya.
Di sana, Salama menelepon anak tetangga dekat rumah dan meminta untuk dijemput, lalu diantar mencari taksi. Namun, mereka justru berbalik arah ke arah Palembang. Saat tiba di Desa Pangkan Panji, Salama meminta berhenti untuk mengganti pakaian, dari kebaya menjadi kaos dan celana jeans.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan hingga ke Reban Gajah. Di titik ini, Salama turun dan melanjutkan perjalanan dengan naik taksi, dengan tujuan ke KM 12 Palembang.
Pernyataan bahwa ia pergi untuk kondangan ternyata tidak benar. Salama sengaja tidak berkata jujur kepada orang tuanya.
Anak yang sempat menjemput dan mengantar Salama sebelumnya tidak mengetahui niat sebenarnya. Awalnya tidak tahu bahwa ia sedang dibohongi. Mereka adalah tetangga dekat yang sudah biasa saling tolong-menolong. Ia baru menyadari bahwa Salama menghilang setelah kabar tersebut menyebar, dan setelah tahu, barulah ia memberitahu keluarga.
Kebohongan Salama kepada orang tuanya baru terungkap setelah informasi ini disampaikan, dan banyak netizen yang turut mempertanyakan keberadaannya saat ini.
Ciri-Ciri Terakhir Warni:
Kulit putih, rambut lurus hitam
Tinggi badan 165 cm, berat sekitar 70 kg
Terakhir terlihat memakai:
Kaos hitam lengan pendek
Jaket hitam (dipinjam dari teman)
Celana Levis hitam corak
Sepatu putih polos
Hingga kini, Senin (30/6/25) keberadaan Warni belum diketahui. Pihak keluarga berharap masyarakat Palembang dan sekitarnya ikut membantu pencarian. Bila ada yang melihat atau mengetahui keberadaan Warni Salama, dimohon segera menghubungi nomor 0853-8062-8372 atau melaporkannya ke Polres Banyuasin. (Ind).

