Banyuasin, Sumsel, – Riuh semangat perubahan menggema di Auditorium Pemkab Banyuasin, Senin (30/6/25), saat ratusan guru dari seluruh penjuru kabupaten berkumpul dalam Konferensi Kabupaten (Konkab) XXIII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banyuasin.
Dengan mengusung tema penuh makna: “Guru Bangkit, Pulihkan Pendidikan, Indonesia Maju, Indonesia Kuat”, acara ini menjadi panggung strategis bagi para pendidik dalam merancang arah perjuangan lima tahun ke depan, masa bakti 2025–2030.
Dibuka langsung oleh Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH, MH, dan didampingi Wakil Bupati Netta Indiani, SP, konferensi ini turut dihadiri jajaran pejabat penting: Wakil Ketua DPRD Irian Setiawan, Pengurus PGRI Sumsel Drs. Lukman Haris, M.Si, Kapolsek Pangkalan Balai, Kepala Dinas Pendidikan Aminudin, hingga pengurus PGRI di seluruh tingkatan.
Dalam pidatonya yang penuh motivasi, Bupati Askolani menyerukan pentingnya solidaritas dan pengorbanan dalam organisasi profesi guru ini.
“Seorang Ketua PGRI itu bukan sekadar jabatan. Ia harus siap berkorban waktu, pikiran, bahkan perasaan, demi masa depan pendidikan. Jangan ada ego pribadi yang memecah barisan!” serunya, disambut tepuk tangan hadirin.
Tak hanya menyoroti kepemimpinan, Bupati juga menegaskan bahwa dunia pendidikan kini menghadapi tantangan besar: peningkatan kualitas guru, digitalisasi, hingga kebutuhan infrastruktur sekolah.
“PGRI harus mampu membaca zaman. Kita butuh guru yang adaptif dan organisasi yang progresif,” tambahnya.
Lebih dari itu, Askolani berharap PGRI menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun pendidikan yang berkarakter, inklusif, dan berdaya saing tinggi di Bumi Sedulang Setudung.
“Mari kita satukan tekad. Bangun sinergi yang kuat. Ini bukan hanya soal profesi, ini tentang masa depan Banyuasin,” tutupnya dengan penuh optimisme. (Ind)

