Jalan dan Banjir Jadi Fokus Utama RKPDes 2026 Buana Murti

Banyuasin, Sumsel, — Pembangunan infrastruktur jalan dan upaya penanggulangan banjir menjadi fokus utama dalam Musyawarah Desa (Musdes) Buana Murti yang digelar oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa Buana Murti, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Senin (20/10/25).

Kegiatan yang membahas dan menetapkan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2026 ini juga menyoroti peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program kesehatan dan dukungan bagi lansia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh BPD Buana Murti, Alek Candra, yang menegaskan bahwa RKPDes merupakan instrumen penting dalam menentukan arah pembangunan desa secara partisipatif dan transparan.

“RKPDes adalah milik bersama. Semua masyarakat berhak menyampaikan ide, saran, dan kebutuhan agar pembangunan tahun depan benar-benar menjawab persoalan di lapangan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Musyawarah berjalan aktif dan penuh antusiasme. Masyarakat menyampaikan berbagai usulan, mulai dari bidang kesehatan, infrastruktur, hingga penanggulangan banjir.

Dari sektor kesehatan, kader Posyandu mengusulkan penambahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi lansia sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan warga lanjut usia. Usulan tersebut disambut baik oleh Kepala Desa Slamet.

“PMT untuk lansia sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka. Tahun depan akan kami tambah agar kegiatan ini bisa berjalan lebih rutin,” ujar Slamet.

Sementara itu, bidan desa melaporkan adanya dua kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun berjalan dan mengusulkan pelaksanaan fogging guna mencegah penyebaran penyakit. Kepala Desa pun menyatakan bahwa kegiatan tersebut akan dimasukkan dalam anggaran RKPDes 2026.

Dari sisi infrastruktur, masyarakat menyoroti kondisi jalan desa yang setiap tahun mengalami kerusakan akibat banjir. Penimbunan tanah merah yang dilakukan secara rutin sering tergerus air, sehingga jalan cepat rusak dan sulit dilalui.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Slamet, menegaskan bahwa pengerasan jalan desa tetap menjadi prioritas utama RKPDes 2026. Pemerintah desa akan berupaya mencari solusi yang lebih permanen agar jalan tidak mudah rusak akibat banjir.

“Jalan merupakan akses utama bagi warga untuk bekerja dan beraktivitas. Karena itu, meskipun sering tergerus banjir, kami tetap akan melanjutkan program pengerasan jalan dan mencari cara agar lebih kuat dan tahan lama,” jelasnya.

Selain perbaikan jalan, masyarakat juga menyoroti dangkalnya saluran air yang menjadi penyebab utama banjir tahunan. Kepala Desa menjelaskan bahwa pemerintah desa telah mengajukan proposal normalisasi saluran air ke Balai Besar, namun pihak terkait menyampaikan bahwa karena wilayah Buana Murti merupakan kawasan perkebunan, tanggung jawab utama perbaikan seharusnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan sekitar.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Camat Pulau Rimau melalui Kasi PPDK Sabika, menyampaikan bahwa penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2026 masih mengacu pada aturan lama karena regulasi baru dari pemerintah pusat belum diterbitkan. (Ind)

CLICK BANYUASIN

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *