Bupati Askolani Paparkan 12 Aksi Kendalikan Inflasi di Sublaunching GPIPS Sumsel

BANYUASIN, SUMSEL, – Bupati Banyuasin Askolani memaparkan 12 gerakan pengendalian inflasi saat Sublaunching Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sumatera Selatan di Desa Mulyosari, Kecamatan Tanjung Lago, Rabu (11/2/26).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan, menjaga pasokan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), serta mengantisipasi risiko cuaca ekstrem.

Askolani menegaskan, berbagai program pengendalian inflasi telah dijalankan sejak awal kepemimpinannya melalui gerakan mandiri pangan, di antaranya Gerakan Tanam Sayur (Gertas), pemanfaatan pekarangan, Gerbang Tobaru (obat, rempah dan umbi), pengembangan TOGA, Pulawan Buweh (kampung buah), Gemar Tugas (ternak unggas), serta Gerbang Perak (perikanan rakyat).

Ia juga berharap harga gabah dapat meningkat dari Rp6.500 menjadi Rp7.000 per kilogram guna mendorong kesejahteraan petani, sebagaimana harapannya kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut Banyuasin dipilih sebagai lokasi panen karena capaian pengendalian inflasinya yang dinilai berhasil. Tren inflasi Sumsel terus menurun melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang digerakkan bersama pemerintah daerah, Bank Indonesia dan OJK.

Deputi Bank Indonesia, Ricky Perdana Gozali, menilai GPIPS efektif menekan inflasi pangan dan menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pelepasan kerja sama pengiriman beras dari Banyuasin dan Kabupaten Kuningan ke Kabupaten Aceh sebagai bentuk penguatan distribusi pangan antar daerah. (Ind)

CLICK BANYUASIN

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *