BANYUASIN, SUMSEL, – Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, didampingi Sekretaris Daerah Erwin Ibrahim, menyampaikan Nota Pengantar LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banyuasin, Senin (6/4), sekaligus pengumuman pembentukan Panitia Khusus.
Agenda di Gedung Paripurna DPRD ini menjadi momen evaluasi kinerja pemerintah daerah pada tahun awal pelaksanaan RPJMD 2025–2029.
Netta menyebut capaian indikator makro menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi naik dari 5,15 persen pada 2024 menjadi 5,40 persen pada 2025, melampaui rata-rata Provinsi Sumatera Selatan sebesar 5,35 persen.
Angka kemiskinan turun dari 9,30 persen menjadi 8,48 persen, lebih rendah dari provinsi yang berada di 10,15 persen. Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 71,55 menjadi 72,42. Tingkat Pengangguran Terbuka menurun dari 3,24 persen menjadi 2,68 persen.
Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp2,96 triliun atau 96,23 persen dari target Rp3,08 triliun. PAD terealisasi Rp385,12 miliar atau 103,04 persen, naik 32,40 persen dibanding tahun sebelumnya. Belanja daerah tercatat Rp2,85 triliun atau 90,35 persen, dialokasikan untuk operasi, modal, dan transfer.
Sejumlah penghargaan diraih sepanjang 2025, antara lain peningkatan produksi beras nasional, Bhumandala Kanaka melalui inovasi SEDULANG SEKANTI, Kabupaten Layak Anak kategori Pratama, serta percepatan penurunan stunting.
“Capaian ini hasil kerja bersama seluruh elemen. Ke depan, kinerja harus terus ditingkatkan dengan inovasi dan kewaspadaan terhadap tantangan,” tegas Netta. (Ind)

