Banyuasin, Sumsel, Banyuasin – Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin menggelar kegiatan Sosialisasi Sekolah Lapang yang berlangsung di Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Pulau Rimau. Kegiatan ini dihadiri oleh para petani, penyuluh, serta perangkat desa setempat.
Kegiatan dibuka oleh Rusli, Koordinator Lapangan Balai Penyuluhan Pulau Rimau, dan dilanjutkan dengan penjelasan oleh Kuratul Aini, staf Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin. Dalam paparannya, Kuratul Aini menyampaikan bahwa Sekolah Lapang diselenggarakan sebagai sarana belajar bersama antara penyuluh dan petani guna meningkatkan indeks tanam dan luas tanam di daerah.
“Melalui Sekolah Lapang, kita belajar bersama untuk menganalisis profitabilitas komoditas dan menentukan pilihan tanaman yang paling menguntungkan. Jika menanam padi tidak memungkinkan karena biaya tinggi dan lahan sekitar didominasi perkebunan sawit, maka alternatif lain perlu dipertimbangkan,” jelas Kuratul Aini.
Ia menambahkan bahwa tantangan utama yang dihadapi petani saat ini meliputi perubahan fungsi lahan serta dominan perkebunan sawit, yang mempengaruhi kelayakan tanam padi di beberapa wilayah. Oleh karena itu, para petani didorong untuk memanfaatkan sumber daya desa secara optimal demi memperkuat ketahanan pangan lokal.
Program Sekolah Lapang ini juga sejalan dengan dukungan Presiden terhadap program ketahanan pangan nasional hingga tahun 2030 bahkan 2045, yang menargetkan peningkatan produktivitas dan kemandirian pangan di seluruh daerah.
Diketahui, Kabupaten Banyuasin sendiri telah meraih Juara 2 tingkat nasional dalam produksi pertanian, berkat berbagai inovasi dan kerja sama antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Desa Sumber Mulyo, Hadi Mulyo, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan pendampingan yang diberikan pemerintah daerah kepada para petani.
“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Pertanian dan Balai Penyuluhan yang telah hadir memberikan pembinaan. Kegiatan seperti ini sangat penting agar petani kami semakin paham bagaimana mengelola lahan secara efisien dan memilih komoditas yang menguntungkan. Kami berharap kegiatan Sekolah Lapang ini bisa terus berlanjut dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Hadi Mulyo (Ind)

