Polres Banyuasin Rilis Akhir Tahun 2025

BANYUASIN, SUMSEL – Polres Banyuasin menggelar rilis akhir tahun 2025 dengan memaparkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sepanjang tahun. Dalam rilis tersebut, tingkat kriminalitas di Kabupaten Banyuasin tercatat mengalami peningkatan.

Sepanjang tahun 2025, Polres Banyuasriin mencatat sebanyak 162 kasus tindak pidana, atau meningkat sekitar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jenis kejahatan yang paling mendominasi yakni pencurian dengan pemberatan (curat), disusul penggelapan dan pencurian biasa.

Meski terjadi peningkatan jumlah perkara, kepolisian memastikan sejumlah kasus menonjol berhasil diungkap hingga tuntas. Salah satunya adalah kasus pembunuhan dengan modus penembakan yang sempat viral beberapa waktu lalu.

“Untuk perkara menonjol, salah satunya adalah kasus pembunuhan berupa penembakan yang sempat viral dan berhasil kami ungkap,” kata Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo saat konferensi pers rilis akhir tahun, Rabu (31/12/25).

Di bidang pemberantasan narkotika, Polres Banyuasin menegaskan komitmennya dalam memerangi jaringan peredaran narkoba. Banyuasin dinilai sebagai wilayah yang relatif mudah dimasuki jaringan peredaran narkotika, sehingga menjadi fokus utama penindakan.

“Kita akan berantas sampai ke akar-akarnya sampai wilayah Banyuasin bisa bebas dari penyalahgunaan narkoba,” tegas Kapolres.

Sepanjang tahun 2025, Satuan Reserse Narkoba Polres Banyuasin menangani 136 kasus narkoba. Dari jumlah tersebut, 110 perkara berhasil diselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses penyidikan. Jumlah tersangka yang diamankan mencapai 161 orang, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 142 tersangka.

Barang bukti narkotika yang berhasil disita selama 2025 mencapai sekitar 26 ribu paket narkotika, serta 400 butir pil ekstasi. Salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada 17 Desember 2025, saat petugas mengamankan 22 kilogram narkotika dari sebuah kendaraan yang mengalami kecelakaan di wilayah Talang Kelapa.

Sementara itu, di sektor lalu lintas, angka kecelakaan sepanjang 2025 juga mengalami peningkatan. Tercatat kenaikan sebanyak 33 kasus atau sekitar 42 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan jumlah kendaraan disebut berbanding lurus dengan meningkatnya angka kecelakaan di wilayah Banyuasin.

Berdasarkan data Satlantas Polres Banyuasin, total korban kecelakaan lalu lintas mencapai 312 orang, dengan rincian 62 orang meninggal dunia, 37 orang luka berat, dan 213 orang luka ringan. Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas juga mengalami lonjakan signifikan, dari Rp 472 juta pada 2024 menjadi sekitar Rp 964 juta pada 2025.

Meski demikian, tren penindakan pelanggaran lalu lintas justru mengalami penurunan. Hal tersebut seiring dengan perubahan pola penegakan hukum yang kini lebih mengedepankan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dibandingkan razia konvensional.

Ke depan, Polres Banyuasin akan terus melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah rawan kriminalitas, khususnya daerah dengan tingkat kasus curat yang tinggi. Kecamatan Talang Kelapa disebut sebagai wilayah dengan tingkat kriminalitas paling dominan, seiring dengan tingginya kepadatan penduduk.

“Kami akan terus melaksanakan kegiatan preemtif, preventif, serta patroli secara berkelanjutan guna menekan angka tindak pidana dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Banyuasin tetap kondusif,” ujar Ruri. (Ind)

CLICK BANYUASIN

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *