BANYUASIN SUMSEL – Peristiwa anak menebas leher ayahnya hingga menyebabkan Sukeri meninggal dunia menjadi perbincangan di media sosial. Hal ini dipicu beragam pemberitaan dan informasi yang beredar di media sosial yang dinilai simpang siur terkait kronologi kejadian.
Peristiwa terjadi pembunuhan di Parit 9 desa Teluk Betung Kecamatan Pulau Rimau Banyuasin Sumsel, Kamis (17/09/26).
Perbincangan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari sejumlah warganet, termasuk akun Facebook Armita, yang memberikan komentar mengenai dugaan persoalan lahan dan kondisi pelaku.

Dalam kolom komentar, akun Zry Armi menulis, “Iye td aku bace ujine krne tanah.”
Komentar tersebut kemudian ditanggapi Armita dengan menulis, “Zry Armi depresi dak katek masalah tanah.”
Zry Armi kembali membalas, “Armita ye dek kireku td klu jila nian kan masalah lahan.”

Sementara itu, akun Riskiputrii turut menuliskan komentar terkait kondisi yang disebutnya pernah diketahui warga sekitar.
Ia menulis, “Jelah nian yuk, kami yang tetangga bae dak berani nak ngomong ini itu oleh karno Lek marno tadi (emang gangguan dari bujang, tapi galak sembuh, galak kambuh) tapi ngape ye urang ngomong sekendak jidat astagfirullah.”

Komentar-komentar tersebut menjadi bagian dari perbincangan warganet setelah beragam informasi mengenai kasus kematian Sukeri beredar di media sosial.
Keterangan dalam kolom komentar merupakan pernyataan dari akun masing-masing dan perlu dibedakan dari keterangan resmi pihak berwenang. (Ind)

