Suak Tapeh – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kabupaten Banyuasin mengadakan Bimbingan Teknis (Bintek) penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang ada di tiga Kecamatan, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumsel.
Adapun Bintek tersebut diikuti oleh Satuan Pendidikan yang ada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Suak Tapeh, Pulau Rimau dan Betung. Kegiatan berlangsung di Pusat Sumber Belajar (PSB) SDN 1 Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, Senin (01/07/24).
Kepala Dinas Disdik Kabupaten Banyuasin, melalui Kasi Kurikulum Dr. Farhil Huda MPd, menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka pada saat ini merupakan Kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Kontennya lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
” Dalam proses pembelajaran, pendidik memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat pembelajaran sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. ” Ujarnya.
Di Tahun pelajaran 2024/2025, lanjut Farhil, Kurikulum Merdeka akan diterapkan secara Nasional. Dalam hal ini pendidik dituntut untuk lebih mendalami dan menguasai berbagai model pembelajaran yang diinginkan dalam Kurikulum tersebut. ” Pendidik dituntut belajar mandiri tentang Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Platform Merdeka Mengajar ( PMM). Tentu saja beragam keterbatasan dan kendala dihadapi. ” Katanya.
” Diharapkan dengan adanya Bintek ini dapat meningkatkan kompetensi pendidik dalam memahami konsep IKM, serta meningkatkan kompetensi pendidik dalam memahami struktur Kurikulum Merdeka. Dalam hal ini juga tenaga pendidik dapat meningkatkan kompetensinya dalam menyusun perangkat pembelajaran. ” Timpalnya.
Sementara Korwil Satuan Pendidikan Suak Tapeh Herlani SPd, sangat mendukung Kurikulum Merdeka sebagai Kurikulum Nasional tahun 2024. Penerapan Kurikulum Merdeka sangat baik untuk memberikan keleluasan kepada penyelenggara pendidikan menciptakan pendidikan yang berkualitas.
” Kurikulum ini sangat baik, karena ada ruang waktu bagi tenaga pendidik dan siswa untuk membangun kreativitas dan inovasi dalam belajar, ” katanya.
Ditambahkan Pengawas Bina Satuan Pendidikan Suak Tapeh Ponimah SPd, mengungkapkan bahwa dari kegiatan tersebut, disimpulkan bahwa keseluruhan isinya mengunakan Kurikulum Merdeka yang sekarang disebut Kurikulum Nasional.
” Jadi kurikulum nasional tersebut digunakan dari kelas 1 sampai kelas 6 dan hanya pelajaran bahasa inggris yang digunakan kelas 3 sampai kelas 6. ” Katanya saat dikonfirmasi usai kegiatan.
Turut hadir dalam kegiatan, Pengawas Sekolah SDN, Kordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan, Kepala Sekolah (Kepsek) dan Tenaga Pengajar (Guru) di tiga Kecamatan. (fy).

