Tahun Baru Islam Penuh Haru di Teluk Betung: 58 Anak Yatim-Piatu Terima Santunan

Teluk Betung, Pulau Rimau, — Suasana haru dan khidmat menyelimuti Masjid Agung Nurul Huda di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, saat gema doa dan zikir menggema memperingati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Senin (7/7/25). Namun, tahun ini bukan hanya tentang doa dan refleksi, tetapi juga tentang aksi nyata kepedulian terhadap sesama.

Melalui program tahunan “Teluk Betung Peduli Anak Yatim Piatu,” sebanyak 58 anak yatim dan piatu menerima santunan, hasil dari gotong royong warga dan dukungan beberapa perusahaan lokal. Tak kurang dari Rp79.055.000 berhasil dikumpulkan dan disalurkan, menjadikan momen 1 Muharam hingga 11 Muharam sebagai hari yang penuh berkah.

Dari jumlah penerima, tercatat: 3 anak yatim piatu, 41 anak yatim, dan 14 anak piatu. Masing-masing anak menerima santunan sebesar Rp1.300.000, dengan sisa kas kegiatan sebesar Rp55.000.

Kegiatan ini menghadirkan penceramah inspiratif Al Ustadz Drs. H. Iskandar Mahyudin, M.Si, yang juga Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Banyuasin. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Camat Pulau Rimau, Sumito, S.H., M.Si, serta Ketua TP PKK Kecamatan Pulau Rimau, Nurhasanah, S.Pd., M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap program sosial desa ini.

Tabligh Akbar yang digelar tidak hanya menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, tetapi juga mempererat kebersamaan dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

“Sudah tiga tahun program ini kami jalankan, dan Alhamdulillah, jumlahnya terus bertambah. Ini bukan tentang besar kecilnya uang, tapi tentang menyisihkan sebagian rezeki kita demi senyum mereka yang kehilangan kasih orang tua,” ujar Kades M. Ali dengan mata berkaca.

Dalam sambutannya, M. Ali juga menjawab pertanyaan warga soal bantuan untuk kaum duafa yang belum tersentuh. Ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut akan dirancang dalam program terpisah, nanti kita wacanakan sebuah inisiatif berupa tabungan sosial Rp1.000 per hari per warga, yang akan dikaji dan dimusyawarahkan lebih lanjut.

“Kami tidak menutup mata. Kalau masyarakat setuju, kita mulai dari yang kecil: seribu perak sehari. Perlahan tapi pasti. Yang penting ada niat tulus dan komitmen,” tambahnya.

M. Ali menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh pemuda, ibu-ibu, bapak-bapak, serta semua pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan kegiatan yang sarat makna ini.

“Kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Selagi hidup, mari kita sisihkan sedikit untuk mereka. InsyaAllah, berbagi tidak akan pernah membuat kita miskin,” tegasnya. (Ind).

CLICK BANYUASIN

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *