Pasar Sumber Teluk Betung Hadapi Tantangan Infrastruktur dan Penataan Pedagang

BANYUASIN SUMSEL – Pasar Sumber yang berada di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, masih menghadapi sejumlah tantangan dalam upaya meningkatkan kenyamanan dan ketertiban aktivitas perdagangan.

Permasalahan infrastruktur hingga penataan pedagang menjadi kendala yang perlu mendapat perhatian bersama.

Pelaksana Tugas (PLT) Pasar Sumber, Muslimin, yang juga menjabat sebagai Kasi Trantib Kecamatan Pulau Rimau, mengatakan operasional pasar saat ini didukung oleh tiga orang tenaga PPPK dari Dinas Pasar Kabupaten Banyuasin yang bertugas melakukan penarikan distribusi dari para pedagang.

Dari hasil distribusi tersebut, setoran yang masuk ke Dinas Pasar Banyuasin mencapai sekitar lebih kurang Rp 4 juta setiap bulan.

Sementara aktivitas pasar berlangsung setiap hari Minggu dan terkadang juga pada hari Kamis, terutama untuk perdagangan bahan kebutuhan dapur masyarakat.

Untuk menunjang kegiatan pasar, tersedia biaya operasional yang digunakan untuk kebersihan lingkungan, pengangkutan sampah, dan kebutuhan pendukung lainnya. Dana operasional tersebut diberikan satu kali dalam seminggu dengan nilai sekitar Rp700 ribuan setiap penyaluran.

Sementara itu, pengelolaan parkir kendaraan roda dua maupun roda empat di area pasar berada di bawah kewenangan Pemerintah Desa melalui petugas hansip/Linmas yang bertugas di lokasi.

Meski demikian, Muslimin mengakui masih terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi optimalisasi fungsi pasar. Salah satunya adalah masih banyak pedagang yang enggan menempati los yang telah disediakan dan lebih memilih berjualan di sepanjang Jalan Trans Pulau Rimau.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh akses jalan dan lorong pasar yang kerap tergenang saat hujan turun maupun ketika air pasang sungai naik. Akibatnya, aktivitas jual beli di dalam area pasar menjadi kurang nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

“Kondisi jalan lorong pasar sering tergenang saat hujan dan air pasang. Karena itu sebagian pedagang memilih berjualan di pinggir jalan,” ujar Muslimin saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Senin (15/06/26).

Keberadaan pedagang di tepi Jalan Trans Pulau Rimau memang dinilai lebih mudah dijangkau pembeli. Namun di sisi lain, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas serta mobilitas masyarakat yang melintas di jalur tersebut, terutama saat hari pasar berlangsung.

Ia berharap adanya peningkatan sarana dan prasarana pasar, terutama perbaikan akses jalan, drainase, serta penataan kawasan perdagangan agar pedagang dapat kembali memanfaatkan los yang tersedia. Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih tertib, aman, nyaman, dan tidak mengganggu pengguna jalan. (Ind)

CLICK BANYUASIN

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *